Posts

Showing posts from September, 2013

Menangkan War of Talent Melalui Employer Branding

Beberapa perubahan akan dan sedang terjadi saat ini, mulai dari ekonomi Indonesia yang akan menjadi salah satu yang terkuat di dunia, hingga perubahan talent Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan bisnis, setiap perusahaan akan semakin membutuhkan banyak talent. Selain itu, perubahan juga terjadi pada perilaku talent. Salah satunya, talent mulai tidak menerima kompensasi apa adanya dan lebih mudah berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya yang menawarkan  opportunity  lebih baik. Setidaknya itulah yang dituturkan Pambudi Sunarsihanto, HR Director Citibank Indonesia. Hal ini diutarakannya dalam acara HR Gathering 2013 yang mengusung tema Employer Branding: Strengthening Your Company Competitiveness di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, hari ini (12/9/2013). Melihat gejala-gejala ini Citibank berinisiatif mengembangkan employer branding. “Jika kita menawarkan kepada talent gaji yang tinggi, kompetitor kami saya rasa juga dapat menawarkan hal yang sama....

Tantangan dan Strategi Unilever Indonesia Mengembangkan Global Talent

Indonesia diproyeksikan akan menduduki posisi ke 7 dalam market terbesar di dunia pada tahun 2030. Berbagai perusahaan dunia sudah melirik untuk berinvestasi di Indonesia. “Kompetitor kami sudah mulai merasakan potensi Indonesia yang demikian besarnya tersebut dengan mulai berinvestasi di negara ini,” ucap Enny Sampurno, HR Director PT Unilever Indonesia, Tbk pada acara 12 th Roundtable Discussion,  dengan tema Building Global Indonesian Leaders by Systematic Learning di Universitas Atmajaya (30/8). Enny menerangkan Unilever Indonesia sendiri merupakan penyumbang pendapatan ke-enam terbesar bagi Unilever global. “Prestasi tersebut juga harus diikiiuti dengan prestasi dalam pengembangan people-nya,” kata Enny. Oleh karena itu, Unilever Indonesia dengan program developing global leader, berusaha untuk menyiapkan talent-talent yang mereka miliki untuk dapat siap dan capable di masa akan mendatang. “Talent-talent kami ditugaskan ke tempat di mana mereka akan mengalami kejadia...

Peran Asosiasi Sektor Usaha dalam Penetapan Alur Pekerjaan

Terdapat lima jenis pekerjaan yang boleh untuk di outsource-kan, yaitu usaha jasa pelayanan kebersihan (cleaning service), usaha jasa pelayanan makanan bagi pekerja, usaha tenaga pengaman (security), usaha jasa penunjang di pertambangan dan perminyakan, usaha penyediaan angkutan bagi pekerja/buruh. Jika tidak terdapat dalam 5 kategori jenis usaha tersebut dapat dilakukan pemborongan pekerjaan, dimana salah satu syaratnya adalah, alur kegiatan pekerjaan harus jelas terdifinisikan. Pendefinisian alur kegiatan pekerjaan tersebut, dilakukan oleh asosiasi sektor usaha. Sehingga pembentukan asosiasi sektor usaha merupakan hal yang penting. “Bagi yang belum memiliki asosiasi sektor usaha, segeralah bentuk,” imbau Sri Nurhaningsih Direktur Persyaratan Kerja Kesejahteraan & Analisis Diskriminasi Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada acara Kupas Tuntas Outsourcing di Perbankan yang diselenggarakan People Consulting, Kamis (29/8) kemarin. Asosiasi sektor usaha merupakan perkumpu...